ASISTENSI RELAWAN ANTI NARKOBA-Kaban KesbangPol Kabupaten Barito Utara, Rayadi saat menyampaikan materi pada acara Asistensi Relawan Anti Narkoba dalam rangka KIE Sumber Daya Pembangunan Desa Tahun 2026 yang digelar BNNP Kalteng, Kamis (1/10/2026), di Aula DLH.(kaltengsatu:Dok KesbangPol Barut) KALTENGSATU, Muara Teweh - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Barito Utara, Rayadi, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkoba dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Sumber Daya Pembangunan Desa Tahun 2026 yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Kamis (1/10/2026), di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara.
Rayadi mengatakan, upaya pencegahan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, pemuda, pelajar, hingga perangkat di tingkat desa dinilai penting dalam membangun lingkungan yang memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, keberadaan relawan anti narkoba dapat menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
“Pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Relawan dapat menjadi perpanjangan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Rayadi.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, BNN, aparat keamanan, organisasi masyarakat dan masyarakat secara luas perlu terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan BNNP Kalimantan Tengah tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), organisasi kepemudaan, mahasiswa dan pelajar, TNI/Polri, Badan Kesbangpol, serta organisasi keagamaan perempuan.
Melalui kegiatan asistensi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peran Relawan Anti Narkoba serta teknik Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dapat diterapkan dalam menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat.
Rayadi berharap para peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing sehingga terbentuk semakin banyak agen perubahan yang turut mendukung terwujudnya Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kabupaten Barito Utara.(kh3)